Google Penyebab Penyakit & Gejala Macam Macam Penyakit

Virus HIV/AIDS dan Bagaimana Cara Penularannya

Virus HIV/AIDS, dan Bagaimana Cara Penularannya?. HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV sendiri adalah virus yang jika menginfeksi dapat menyebabkan menurunnya kemampuan dalam melawan infeksi virus, bakteri, jamur, parasit yang masuk ke dalam tubuh. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh.

Sementara AIDS ( Acquired immunodeficiency syndrome) adalah tahap lanjutan dari infeksi virus HIV. Penularan virus HIV dapat terjadi melalui darah, air mani, hubungan seksual atau cairan vagina. Namun virus ini tidak dapat menular lewat kontak fisik biasa seperti berpelukan, berciuman, atau berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi virus HIV atau AIDS. Jadi, kita tidak perlu mengucilkan mereka.

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini, ada baiknya Anda mengetahui apa saja gejala-gejala penyakit HIV AIDS, serta faktor resiko dan cara pencegahannya tidak seperti penyakit kanker hati. Silahkan baca penjabaran berikut ini:

Infeksi awal

Ketika infeksi HIV pertama, anda mungkin tidak akan mengalami tanda atau gejala apapun. Tetapi dalam beberapa minggu anda dapat mengalami:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Radang tenggorokan
  • Pembengkakan kelenjar limpa
  • Ruam

 

Infeksi selanjutnya

Anda mungkin tidak akan mengalami gejala apapun dalam waktu 8 sampai 9 tahun, atau bahkan lebih. Tapi seiring dengan virus yang melipatgandakan diri dan merusak sistem imun, anda mungkin akan mengalami infeksi ringan atau gejala kronis seperti:

  • Pembengkakan node limpa – sering merupakan tanda awal infeksi HIV
  • Diare
  • Hilang berat badan
  • Demam
  • Batuk atau napas yang pendek

 

Infeksi tahap akhir

Dalam waktu sekitar 10 tahun atau lebih setelah infeksi pertama, masalah yang lebih serius dapat terjadi yang diistilahkan dengan AIDS dan dapat terjadi:

  • Infeksi yang terjadi ketika sistem imun lemah, seperti pneumocystis carinii pneumonia (PCP)
  • Kadar CD4 lymphocyte 200 atau lebih rendah – normalnya adalah antara 800 sampai 1.200

Seiring dengan perkembangan AIDS, sistem imun anda telah mengalami kerusakan parah. Infeksi akan mudah terjadi. Tanda dan gejalanya adalah:

  • Berkeringat di malam hari
  • Menggigil atau demam lebih dari 38 Celcius untuk beberapa minggu
  • Batuk kering dan napas pendek
  • Diare kronis
  • Noda putih pada lidah atau mulut
  • Sakit kepala
  • Pandangan kabur
  • Hilang berat badan

Anda juga dapat mengalami tanda dan gejala pada tahap lanjut infeksi virus HIV itu sendiri, seperti:

  • Rasa lelah yang tidak hilang dan tidak terjelaskan
  • Berkeringat pada malam hari
  • Menggigil atau demam tinggi untuk beberapa minggu
  • Pembengkakan node limpa lebih dari tiga bulan
  • Diare kronis
  • Sakit kepala yang tidak hilang

Jika anda terinfeksi virus HIV, anda juga lebih rentan mengalami kanker, khususnya kanker servik, lymphoma dan Kaposi’s sarcoma.

 

Gejala HIV pada anak-anak

Anak-anak dengan HIV positif dapat mengalami:

  • Sulit menambah berat badan
  • Sulit berkembang secara normal
  • Sulit berjalan
  • Penundaan perkembangan mental
  • Dapat mengalami infeksi telinga, pneumonia dan tonsilis

Normalnya sel darah putih dan antibodi menyerang dan menghancurkan organism easing yang masuk ke dalam tubuh. Respon ini diatur oleh sel darah putih bernama limposit CD4. Limposit ini juga merupakan target utama HIV. Sekali masuk ke dalam tubuh, virus memasukkna material genetiknya ke dalam limposit dan melipatgandakan diri.

Ketika salinan virus baru keluar dari sel induk dan masuk ke dalam aliran darah, virus akan menyerang sel lain. Sebagai efeknya sel CD4 akan mati. Siklus ini terus berulang. Pada akhirnya menyebabkan kerusakan sistem imun yang berarti tubuh tidak akan mempu melawan infeksi bakteri dan virus lain.

 

Faktor risiko terinfeksi AIDS antara lain:

  • Tidak memakai pelindung ketika melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan
  • Tidak memakai pelindung ketika melakukan hubungan seksual dengan orang dengan HIV positif
  • Memiliki penyakit menular seksual lain seperti syphilis, herpes, chlamydia, gonorrhea atau bacterial vaginosis.
  • Bergantian dalam memakai jarum suntik
  • Mendapatkan transfusi darah yang terinfeksi virus HIV
  • Memiliki sedikit salinan gen CCL3L1 yang membantu melawan infeksi HIV
  • Ibu yang memiliki HIV

 

Pencegahan HIV/AIDS

Tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi HIV dan tidak ada penyembuh untuk AIDS. Jaga kesehatan dan lindungi diri anda dari faktor-faktor risiko adalah jalan terbaik.

Jika anda HIV negatif maka tindakan yang terbaik adalah:

  • Ketahui apa itu HIV dan bagaimana penularannya
  • Ketahui status kesehatan pasangan seksual anda
  • Gunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seksual
  • Pertimbangan untuk melakukan penyunatan pada laki-laki
  • Gunakan jarum suntik steril
  • Waspada terhadap darah transfusi
  • Periksakan kesehatan secara teratur
  • Jika anda positif mengidap HIV maka anda harus melindungi orang di sekeliling anda dengan:
  • Lakukan hubungan seksual yang aman dengan memakai kondom
  • Beritahukan pasangan anda bahwa anda mengidap HIV
  • Jika pasangan anda hamil, beritahukan bahwa anda mengidap HIV dan lakukan perawatan untuk menjaga kesehatannya dan bayinya
  • Katakan kepada orang lain yang anda rasa perlu untuk tahu bahwa anda mengidap HIV
  • Jangan berbagi jarum suntik
  • Jangan donorkan darah dan organ anda
  • Jangan berbagi pisau cukur atau sikat gigi
  • Jika anda hamil, ambil perawatan medis secepatnya

Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman lebih jauh mengenai penyakit HIV atau AIDS dan mengingkatkan kewaspadaan serta pencegahan.

Penyebab Penyakit Kanker Hati dan Cara Pencegahannya

Dibawah ini Beberapa Penyebab Kanker Hati dan Cara Pencegahannya . Hati merupakan salah satu organ paling penting dalam tubuh manusia. Sebagai kelenjar, hati menghasilkan cairan empedu yang berfungsi mencerna lemak, mengaktifkan lipase, membantu daya absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air. Apabila saluran empedu di hati tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi kekuningan. Orang yang demikian dikatakan menderita penyakit kuning.

Sampai saat ini belum ditemukan organ lain atau organ buatan atau peralatan yang mampu menggantikan semua fungsi hati. Beberapa fungsi hati dapat digantikan dengan proses dialisis hati, namun teknologi ini masih terus dikembangkan untuk perawatan penderita penyakit gagal hati. Atau mereka yang menderita kanker hati.

Kanker hati atau Liver cancer adalah kanker yang berasal dari sel hati (kanker hati primer). Akan tetapi, ada juga kanker yang terjadi pada hati dimulai dari bagian tubuh lain (seperti usus besar, paru-paru atau kanker payudara) kemudian menyebar ke hati. Dokter menyebut ini kanker metastatik (kanker hati sekunder).

Gejala Kanker Hati

Banyak orang tidak memiliki tanda atau gejala pada tahap awal kanker hati primer. Tetapi ketika memiliki tanda dan gejala, maka yang mungkin terjadi antara lain:

  • Penurunan berat badan
  • Hilang nafsu makan
  • Sakit pada area perut bagian atas
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan dan lemah
  • Pembesaran hati
  • Bengkak pada area perut
  • Kulit dan bagian putih mata menguning

 

Penyebab Kanker Hati

Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker hati. Tapi pada beberapa kasus, penyebabnya diketahui. Sebagai contoh, infeksi kronis dengan virus hepatitis tertentu dapat menyebabkan kanker hati.

Kanker hati terjadi ketika sel DNA hati mengalami mutasi. Mutasi ini membuat sel tetap tumbuh dan berkembang, sementara sel normal lain memiliki siklus hidup dan mati. Akumulasi sel kanker mulut ini dapat membentuk tumor yang ganas.

Jenis Kanker Hati

Kanker hati primer yang berasal dari sel hati terbagi dalam beberapa tipe, antara lain :

  • Hepatocellular carcinoma (HCC). Kanker hati yang paling umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Kanker ini dimulai dari hepatocytes yang merupakan tipe utama sel hati.
  • Cholangiocarcinoma. Kanker ini berasal dari saluran kantung empedu.
  • Hepatoblastoma. Ini adalah tipe kanker langka yang menyerang anak-anak berusia 4 tahun ke bawah. Tipe kanker ini banyak yang berhasil disembuhkan.
  • Angiosarcoma dan hemangiosarcoma. Tipe kanker langka ini dimulai di pembuluh darah di hati dan tumbuh dengan sangat cepat.

 

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker hati antara lain :

  • Jenis kelamin. Laki-laki lebih banyak mengalami kanker hati daripada wanita
  • Usia. Kanker hati banyak terjadi pada pasien usia antara 20 sampai 50 tahun
  • Infeksi kronis. Orang yang mengalami infeksi kronis virus hepatitis tipe B atau C mengalami peningkatan risiko kanker hati
  • Sirosis. Merupakan kondisi di mana jaringan hati mengalami kerusakan yang terus meningkat dan tidak dapat disembuhkan, meningkatkan peluang anda terkena kanker hati
  • Penyakit hati tertentu yang diturunkan dalam keluarga. Hemochromatosis, hepatitis dan Wilson’s desease adalah kondisi yang dapat meningkatkan risiko kanker hati
  • Diabetes. Orang memiliki kadar gula darah yang tinggi berisiko terkena kanker hati
  • Nonalcoholic fatty liver disease. Akumulasi lemak di hati meningkatkan risiko kanker hati
  • Terkena racun aflatoxins. Mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi racun aflatoxins meningkatkan risiko kanker hati. Jagung dan kacang dapat terkontaminasi racun aflatoxins.
  • Konsumsi alkohol secara berlebihan. Mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kanker hati.
  • Obesitas. Memiliki kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko kanker hati.

 

Cara Pencegahannya :

  • Vaksinasi terhadap virus hepatitis B
  • Mencegah hepatitis C dengan cara :
  • Ketahui kondisi kesehatan pasangan anda sebelum melakukan hubungan seksual
  • Gunakan jarum suntik steril ketika menyuntikkan obat
  • Gunakan jarum steril ketika membuat tato
  • Minta pada dokter anda untuk memeriksa kondisi hati anda

Klik ling berikut untuk membaca penyakit hiv aids. Itulah penjelasan mengenai gejala dan penyebab penyakit kanker hati. Dan untuk cara pencegahan adalah dengan membiasakan hidup sehat.

Gejala dan Penyebab Penyakit Hati / Liver

penyebabgejalapenyakit.com – info kesehatan gejala dan penyebab penyakit hati atau liver. Penyakit hati adalah suatu penyakit yang menyerang pada organ tubuh di hati. Hati adalah suatu organ penting terletak di kwadran kanan atas abdomen yang berfungsi untuk melancarkan metabolisme, membuat cairan empedu, membuat protein penting bagi tubuh, memproses dan mengikat lemak .

 

gejala penyakit hati / gejala penyakit liver

- Jaundice atau kekuningan kulit.
- Urin yang coklat seperti teh.
- Mual.
- Hilang selera makan.
- Kehilangan atau kenaikan berat tubuh yang abnormal.
- Muntah.
- Diare.
- Warna tinja (feces)yang pucat.
- Nyeri abdomen (perut) pada bagian kanan atas perut.
- Tidak enak badan (malaise) atau perasaan sakit yang kabur.
- Gatal-gatal.
- Varises (pembesaran pembuluh vena).
- Kelelahan.
- Hipoglikemia (kadar gula darah rendah).
- Demam ringan.
- Sakit otot-otot.
- Libido berkurang (gairah berkurang).
- Depresi.

 

Penyebab penyakit hati / penyebab penyakit liver

- Virus

- Bakteri

- Kuman

- Parasit

Yang berasal dari berbagai makanan

 

Semoga bermanfaat tentang info kesehatan gejala dan penyebab penyakit hati atau liver